Early-Morning-Jogging
October 23rd, 2010 § Leave a Comment
Kebiasaan isengku muncul lagi.
Hewan ini aku temuin waktu lagi lari-lari pagi, di perumahan sebelah. Kenapa musti di perumahan sebelah? Nah kebetulan, antara perumahan tempat domisiliku sekarang sama perumahan sebelah (baca: perumahan elit) ada jalan tembusnya, dan disitu sepi banget. Karena papa mama suka cari track baru setiap hari dan secara nggak sengaja nemuin jalan itu, jadilah tiap hari lari pagi kesana. Dan anaknya yang pada saat itu sedang pulang kampung, secara paksa dibangunin pagi-pagi buta untuk ikut mereka jogging—padahal si anak masih teler berat.
Udara pagi hari emang sejuk. Rasanya udah lama nggak pergi jogging, padahal dulu waktu masih sekolah rajinnya minta ampun. Begitu kuliah malah kemunduran. Badan jadi nggak lentur lagi dan sumpek, begitulah dampak orang nggak pernah olahraga. Selain itu lemak juga pada mengumpul. Hiks. Meskipun lari pagi menyenangkan, tetep aja suasana hatiku kurang seneng. Secara nyawanya masih kemana-mana, belum balik sepenuhnya. Mana rasanya pingin panggilan alam terus. Habis nggak pakai acara mandi-mandian, langsung aja bangun tidur, pakai training dan sepatu, trus cabut deh.
Yeah.
Akhirnya sampai juga di tempat tujuan, setelah sebelumnya harus lewat didepan dogi-dogi liar yang untungnya pada baik hati. Tempatnya luas. Jalannya kembar, dan karena disitu jalan buntu jadi jarang dilewati kendaraan. Mungkin hampir nggak ada yang lewat sama sekali. Tapi kita tetep bisa lihat rumah-rumah besar yang dari atapnya udah keliatan oke banget itu. Ckck ya beginilah impian orang yang kepingin punya rumah golf view tapi belum kesampaian, cuman bisa melongo dan iri hati aja. Fuaaah
Sehabis jogging, kita semua senam peregangan di jalan-yang-luas-dengan-pemandangan-rumah-elite-itu. Masih males, aku jalan-jalan santai aja disekitar wilayah situ, sambil nengok-nengok kanan-kiri, yah barangkali—ada koko-koko ganteng yang lagi lari pagi, gitu. Eh bukannya nemu koko-koko ganteng, yang ada malah nemu siput. Kecut ah. Sang siput cuman diem aja di tanah, geletakan, sambil kadang-kadang beringsut pendek kesamping. Kira-kira kapan pula dia sampai ke tempat tujuan? Kalo misal siputnya lagi mau ngedate, kasian banget tuh cowoknya, nungguin lama gara-gara ceweknya nggak sampai-sampai.
Karena lagi nggak ada kerjaan (alias senam nggak niat), aku berusaha nyari kerjaan. Garuk-garuk kepala dulu, sebelum aku nyadar kalo selama ini ngantongin hape. Ngapain juga ya orang jogging bawa hape? Sungguh aneh.
Mumpung lagi berduaan dengan hapeku saja, enaknya mau ngapain ya?
Mau sms pagi-pagi, memangnya siapa yang mau di sms pagi-pagi buta begini. Mau nelepon pagi-pagi, sadar diri kalau nggak kaya pulsa. Mau ngegame, ah udah tamat semua. Mau online, ngapain juga, paling temen-temen juga pada sehat sentosa semua. Mau foto-foto, nah kalau yang ini ide bagus nih.. tapi, tampangku kucel abis macem gini, percuma aja ya kalau narsis tapi nggak gaya. Nol besar men. Urung ajalah.
Karena akhirnya aku bingung mau ngelakuin apa, nggak lama kemudian aku balik ke tempat papa mama senam, yang sepertinya acara senam mereka juga udah mau selesai. Kulirik sebentar sang siput yang dari tadi nggak gerak-gerak didekat tempatku duduk, daah siput, sampai jumpa ya, terimakasih sudah menemani aku di pinggiran trotoar dan dengerin aku yang nyanyi-nyanyi sendirian nggak jelas. Sebelum aku pindah tempat, tiba-tiba muncul lagi ide nggak penting sama seperti kasus yang terjadi sebelumnya, yaitu memotret siput. Kali ini dengan lebih professional pastinya, hehehe. Cute sekali.
